BAB 1 BAGAIMANA HAKIKAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN UTUH SARJANA ATAU PROFESIONAL?

Definisi Pendidikan Kewarganegaraan 

Secara singkat, Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang wajib diberikan kepada seluruh siswa dengan tujuan untuk memberikan pengertian tentang hak dan kewajiban siswa dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Selain itu, Pendidikan Kewarganegaraan juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan nilai-nilai moral kepada seluruh siswa sejak dini. Pendidikan Kewarganegaraan menurut Zamroni dalam (Budiotomo, 2013) yaitu Pendidikan demokrasi yang ditujukan untuk mempersiapkan masyarakat agar dapat mempunyai pikiran yang kritis dan dapat bertindak demokratis. 

A. Menulusuri Konsep dan Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pencerdasan Kehidupan Bangsa 

Menurut Para Ahli Pendidikan Kewarganegaraan adalah program pendidikan yang berintikan demokrasi yang diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya, pengaruh-pengaruh positif dari pendidikan sekolah, masyarakat, dan orang tua, yang kesemuanya itu diproses guna melatih para siswa untuk berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan hidup demokratis yang berdasarkan UUD 1945.

Pendidikan Kewarganegaraan penting dalam pengembangan kemampuan utuh sarjana atau profesional, seperti yang terdapat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dapat menjadi sumber penghasilan, perlu keahlian, kemahiran, atau kecakapan, memiliki standar mutu, ada norma dan diperoleh melalui pendidikan profesi. Seorang sarjana atau profesional merupakan bagain dari masyarakat Indonesia yang terdidik dan perlu memahami tentang Indonesia, memiliki kepribadian Indonesia, memiliki rasa kebangsaaan Indonesia dan mencintai tanah air Indonesia. 

B. Menanya Alasan Mengapa Diperlukan Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan yang perlu dimiliki tiap warga negara, pasalnya Pendidikan Kewarganegaraan menjadikan warganya menjadi warga yang baik, karena warga negara yang baik merupakan salah satu faktor pendukung untuk memajukan negara. Negara perlu menyelenggarakan Pendidikan Kewarganegaraan agar tiap tiap warganya dapat mengimplementasikan sikap saling menghargai keragaman, berpartisipasi dalam politik, hak, kewajiban sebagai warga negara, serta sistem pemerintahan dan peruaturan yang berlaku. 

Beberapa alasan mengapa Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting untuk masyarakat Indonesia :

  • Memperkuat Identitas Nasinal
  • Mendorong Partisipasi Demokrasi 
  • Membangun Kehidupan Multikultural
  • Menanamkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  • Membentuk Generasi Pemimpin Berkualitas
  • Membentuk Warga Negara yang Bertanggung Jawab
  • Kemampuan Berpikir Kritis

Dari alasan tersebut kita dapat membuat konklusi bahwa hal-hal tersebut sangat perlu untuk diperkuat dan dipelajari lebih dalam, dimulai dengan memberikan Pendidikan Kewarganegaraan kepada tiap warga negara. Tujuan pendidikan kewarganegaraan umumnya bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik (good citizen).Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika untuk membentuk mahasiswa menjadi warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. 

C. Menggali Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik tentang Pendidikan Kewarganegaraan

PKn pada saat awal kemerdekaan lebih banyak dilakukan pada tataran sosial kultural dan dilakukan oleh pemimpin negara. Dahulu musuh bangsa Indonesia adalah penjajah karena tidak memberikan kebebasan untuk mendapatkan keadilan dan kemanusiaan, namun kini musuh bangsa Indonesia berasal dari internal, yaitu bangsa Indonesia itu sendiri. Dilihat dari maraknya tindakan korupsi, ketidakadilan, pelanggaran HAM, kemiskinan, Ketidakmerataan ekonomi, penyalahgunaan kekuasaan, tidak menghormati harkat dan martabat orang lain, suap-menyuap, dan lain-lain. Dari hal tersebut maka kita harus menjaga eksistensi negara bangsa untuk mencapai tujuan nasional sesuai cita-cita para pendiri negara (the founding fathers). Maka dari itu diperlukan adanya proses pendidikan dan pembelajaran bagi warga negara yang dapat memelihara semangat perjuangan kemerdekaan, rasa kebangsaan, dan cinta tanah air.
  • Secara historis, Pkn di Indonesia awalnya diselenggarakan oleh organisasi pergerakan yang bertujuan untuk membangun rasa kebangsaaan dan cita-cita merdeka. PKn di Indonesia senantiasa mengalami perubahan baik istilah maupun substansi sesuai dengan perkembangan peraturan perundangan, IPTEK, perubahan masyarakat, dan tantangan global. 
  • Secara Sosiologis, Pkn di Indonesia dilakukan pada tataran sosial kultural oleh para pemimpin di masyarakat yang mengajak untuk mencintai tanah air dan bangs. PKn di Indonesia sudah sewajarnya mengalami perubahan mengikuti perubahan yang terjadi di masyakarta. 
  • Secara politis, PKn Indonesia lahir karena tuntutan konstitusi atau UUD 1945 dan sejumlah kebijakan Pemerintah yang berkuasa sesuai dengan masanya. PKn di Indonesia akan terus mengalami perubahan sejalan dengan perubahan sistem ketatanegaraan dan pemerintahan, terutama perubahan konstitusi. 

D. Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan Pendidikan Kewarganegara

Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya berdasarkan oleh konstitusi negara yang bersangkutan, tetapi juga menyesuaikan tuntutan perkembangan zaman dan masa depan, Konstitusi yang berbeda akan menentukan profil warga negara yang berbeda, hal ini akan berdampak pada model Pendidikan Kewarganegaraan yang tentunya perlu disesuaikan dengan konstitusi yang berlaku. 

Kini di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan IPTEK dan kemudahan dalam segala hal mengakibatkan berubahnya tatanan kehidupan dan perilaku warga negara, utamanya peserta didik generasi muda. Terdapat 2 kecenderungan perilaku warga negara, yakni perilaku positif dan negatif. Maka dari itu PKn perlu mendorong warga negara agar dapat lebih bijak untuk memanfaatkan pengaruh positif dari perkembangan IPTEK agar menjadi warga negara yang cerdas dan dapat membangun bangsa. Sebaliknya PKn perlu melakukan intervensi terhadap perilaku negatif bangsa. Oleh karena itu, kurikulum Pkn termasuk materi, metode, dan sistem evaluasinya harus selalu disesuaikan dengan perkembangan IPTEK. 

Pertanyaan individu di Akhir Modul PKn Bab 1

Identifikasi sebuah masalah bangsa yang dapat diantisipasi melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Apakah masalah itu muncul dari perkembangan IPTEKS, tuntutan dan kebutuhan masyarakat, atau tantangan global saat ini!

Jawab :
Salah satu masalah bangsa yang saya temui dan dapat diantisipasi melalui Pendidikan Kewarganegaraan adalah masalah yang muncul akibat perkembangan IPTEKS. Berikut beberapa contoh kasus akibat dari perkembangan IPTEKS :
  • Cyber Crime
  • Maraknya berita hoax yang beredar di media sosial membuat bangsa menjadi terpecah belah,
  • Perundungan, tindakan asusila, serta tindakan lain yang tidak memikirkan asas kemanusiaan yang dapat merusak merusak moral
Contoh dari penyalahgunaan sosial media membuat masyarakat menjadi terpecah belah, bukan hanya berdampak bagin orang dewasa, namun juga mengakibatkan kenakalan remaja. Hal ini dapat terjadi karena individu yang kurang bijak dalam memanfaatkan perkembangan IPTEKS sehingga lebih banyak melakukan kegiatan yang mengarah pada kegiatan negatif dibandingkan dengan memanfaatkan perkembangan IPTEKS untuk mencari berita yang informatif, mengasah/mengambangkan kemampuan diri dengan mencari pengetahuan di internet, dan kegiatan positif lainnya.  

Pertanyaan dari Presentasi Kelas

Pertanyaan Kelas A

1. Bagaimana hakikat pendidikan kewarganegaraan dalam mengembangkan kemampuan utuh sarjana?

Jawab : Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mengembangkan Kemampuan Utuh Sarjana atau Profesional Pendidikan merupakan sarana yang penting demi menanamkan sebuah ajaran maupun norma-norma serta aturan- aturan demi keberlangsungan hidup dalam bermsyarakat

2. Mengapa pendidikan kewarganegaraan dianggap penting dalam mengembangkan secara utuh seorang mahasiswa atau seorang sarjana?

Jawab :

  • Pembentukan Karakter dan Moral
  • Kesiapan untuk Berkontribusi pada Masyarakat
  • Pengembangan Pemikiran Kritis dan Kesadaran sosial
  • Peningkatan Kesadaran akan Keberagaman

3. Bagaimana relevansi pendidikan kewarganegaraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di era sekarang ini?

Jawab : Peranan pendidikan kewarganegaraan adalah membina warga negara khususnya generasi penerus yang baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan kewarganegaraan bagi generasi penerus sangat penting dalam rangka menumbuhkan kesadaran bela negara dan meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air.

4. Untuk apakah sarjana atau profesional belajar Pendidikan Kewarganegaraan?

Jawab : Pendidikan kewarganegaraan diberikan kepada mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa untuk memberikan bekal nilai-nilai kebangsaan dan pemahaman komprehensif mengenai wawasan nusantara, ketahanan nasional, hak dan kewajiban sebagai warganegara, demokrasi, konstitusi serta HAM dalam menghadapi tantangan.

Pertanyaan Kelas B

1. Menurut kelompok kalian dalam konteks mencerdaskan kehidupan bangsa apakah pendidikan kewarganegaraan di Indonesia pada saat ini sudah bisa disebut berhasil? 

Jawab : Menurut kita belum bisa disebut berhasil karena sosial media bisa menjadi dampak negatif bagi nilai-nilai nasionalisme yang diajarkan di kelas karena sering bertentangan dengan pesan-pesan yang disampaikan media sosial, di mana informasi dan opini bertabrakan, menciptakan konflik nilai. Jadi diharapkan melalui pendidikan kewarganegraan ini, kita bisa memiliki pemahaman yang utuh tentang demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM), membina warga negara khususnya generasi penerus yang baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Dilihat dari esensi di masa depan nanti, saya melihat bahwa indonesia sudah bisa menjadi negara yang lebih berkembang. Namun bagaimana cara mereka atau cara PPKN berperan dalam melakukan perkembangan terkait pendidikan yang bisa dijalankan yang apabila dilihat zaman saat ini generasi bangsa terlalu terpacu dengan media sosial dan banyak trend menghalangi pikiran mereka untuk sedikit terbuka? 

Jawab : Untuk mengatasi pengaruh media sosial yang menghalangi pemikiran terbuka, pendidikan bisa fokus pada pengembangan keterampilan kritis dan literasi digital. Program yang melibatkan diskusi terbuka, proyek kolaboratif, dan pengalaman belajar yang relevan dapat membantu generasi muda memahami dampak media sosial. Selain itu, melibatkan orang tua dan komunitas dalam proses pendidikan bisa menjadi langkah penting untuk menciptakan kesadaran dan pemahaman yang lebih dalam.

3. bagaimana pendapat kalian mengenai kurikulum indonesia terkhususnya mengenai kewarganegaraan, apakah dengan banyaknya pergantian kurikulum yang sering terjadi di indonesia membuat generasi indonesia semakin baik dalam kewarganegaraannya?

Jawab : Dengan adanya pergantian kurikulum di indonesia akan membuat pelajar beradaptasi terhadap perkembangan zaman hal ini memungkinkan generasi muda untuk memiliki keterampilan yang relevan dan kompetitif di era global selain itu pergantian kurikulum dapat meningkatkan kualitas pendidikan namun pergantian kurikulum juga dapat mengakibatkan ketidakstabilan dan ketidakpastian. Guru dan siswa harus terus-menerus menyesuaikan diri dengan kurikulum baru, yang dapat mengganggu proses pembelajaran. dan pergantian kurikulum yang terlalu cepat dapat menyebabkan siswa tidak memiliki cukup waktu untuk mendalami materi secara mendalam.

4. Bagaimana metode pengajaran PKn dapat diadaptasi untuk mengikuti perkembangan IPTEK? 

Jawab : Metode pengajaran PKn dapat diadaptasi dengan menggunakan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran, seperti e-learning, platform diskusi online, serta media sosial sebagai sarana untuk mengerjakan partisipasi demokrasi. Selain itu,  metode simulasi dan studi kasus berbasis masalah teknologi kontemporer, seperti kebebasan berpendapat di dunia maya atau dampak media sosial terhadap politik, dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi materi PKn bagi peserta didik. 

Pertanyaan Kelas C

1. Apa saja hambatan para pendiri bangsa pada awal kemerdekaan dalam upaya mereka untuk membangun pendidikan kewarganegaraan?

Jawab : Pada awal kemerdekaan para pendiri bangsa menghadapi berbagai hambatan dalam membangun pendidikan kewarganegaraan diantaranya:

  • Keterbatasan sumber daya
  • Perbedaan pandangan
  • Kurangnya tenaga pengajar
  • Kurangnya kesadaran masyarakat.

2. Apa saja fungsi pkn secara sosiologis?

Jawab : Kesimpulannya, secara sosiologis Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berfungsi sebagai alat penting dalam membentuk individu yang berkarakter sosial, memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat.

3. Di point ke-2 di tampilkan pentingnya pendidikan kewarganegaraan di Indonesia, ada pembentukan karakter, Bagaimana cara membangun rasa kebangsaan cinta tanah air di kalangan warga negara?

Jawab :

  • Kalian bisa mulai dari diri sendiri
  • Bangga memakai produk asli buatan Indonesia
  • Menjaga dan merawat kebersihan lingkungan bersama
  • Taat lalu lintas saat berkendara di jalanan
  • Tidak menyebarkan ujaran kebencian atau berita hoaks.

4. Menurut kalian proses pendidikan kewarganegaraan dari kalian masih sekolah dasar sampai di perguruan tinggi ini efektif tidak untuk memelihara semangat perjuangan kalian dalam memelihara bangsa indonesia.

Jawab : Efektif karena untuk menumbuhkan jiwa patriotisme yang tinggi

Pertanyaan Kelas D

1. Apa penyebab penjajah akhirnya mengakui kemerdekaan indonesia?

Jawab : Akhirnya, Belanda sudah terpojok dan dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) yang diselenggarakan 1949. Belanda harus benar-benar melepas Indonesia.

Dari kerasnya Belanda menolak pengakuan Proklamasi RI, sejumlah asumsi yang muncul adalah kekhawatiran Belanda yang akan membayar ganti rugi atau kompensasi besar atas peristiwa 'agresi' sepanjang 1945-1949.

Sebab dengan mengakui kemerdekaan RI pada 1945, maka Belanda secara otomatis mengakui bahwa telah menyerang negara yang telah berdaulat. Artinya, Belanda salah. Namun dengan klaim kemerdekaan RI pada 1949, maka Belanda mampu berdalih aksi yang dilakukannya adalah bentuk menjaga keamanan, dalam rangka mengamankan negara Hindia Belanda dari pemberontakan sipil.

2. Dalam konteks globalisasi, bagaimana pendidikan kewarganegaraan mampu mempersiapkan lulusan yang kompetitif namun tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan?

Jawab : Karena pendidikan kewarganegaraan ini memberi tau pengetahuan atau pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan, sejarah, dan juga identitas nasional yang jadi landasan dalam membentuk jiwa kebangsaan yang kuat. Sehingga bagi yang mempelajari pendidikan kewarganegaraan itu bisa menerapkan hal-hal tersebut di kehidupan sehari-hari termasuk juga terutama di konteks pendidikan.

3. ⁠Dampak positif dan negatif dari Globalisasi?

Jawab : Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kehidupan yang lebih baik. Sedangkan dampak negatif dari globalisasi adalah, pola hidup konsumtif, sikap individualistik, gaya hidup kebarat-baratan serta kesenjangan sosial.

4. Apakah fungsi dari warga negara terhadap negaranya?

Jawab : Negara tidak bisa disebut sebagai negara jika salah satu unsur-unsur negara tidak ada atau tidak lengkap. Unsur-unsur tersebut adalah: Penduduk tetap atau rakyat, Wilayah yang pasti, Pemerintahan. Warga negara dan negara memiliki hubungan timbal balik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hak dan kewajiban warga negara tidak bisa dipisahkan, sehingga warga negara harus melaksanakan kewajibannya setelah mendapatkan haknya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 9 BAGAIMANA URGENSI DAN TANTANGAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA BAGI INDONESIA DALAM MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN?

BAB 5 BAGAIMANA HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUMBU PADA KEDAULATAN RAKYAT DAN MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT?

BAB 2 BAGAIMANA ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER?