BAB 9 BAGAIMANA URGENSI DAN TANTANGAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA BAGI INDONESIA DALAM MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN?
A. MENELUSURI KONSEP DAN URGENSI KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA. APA ITU KETAHANAN NASIONAL? APA ITU BELA NEGARA?
Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu bangsa untuk bertahan dan berkembang dalam menghadapi segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) baik yang datang dari dalam maupun luar negeri, guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Konsep ini meliputi tiga wajah utama:
- Sebagai Konsepsi/Doktrin: Ketahanan nasional sebagai landasan pemikiran untuk menyusun kebijakan guna menjaga keberlanjutan negara, berlandaskan ajaran Asta Gatra (Tri Gatra: aspek alamiah; dan Panca Gatra: aspek sosial).
- Sebagai Kondisi: Ketahanan nasional dipahami sebagai tingkat kekuatan dan stabilitas suatu bangsa yang bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai situasi.
- Sebagai Strategi: Pendekatan integral dan komprehensif yang digunakan untuk menjaga kedaulatan bangsa.
Contoh Dimensi Ketahanan Nasional:
- Ketahanan Ideologi: Penguatan nilai-nilai Pancasila untuk menangkal ideologi asing.
- Ketahanan Ekonomi: Kemandirian ekonomi dan penguatan daya saing nasional.
- Ketahanan Sosial Budaya: Pemeliharaan identitas budaya Indonesia di tengah globalisasi.
- Ketahanan Pertahanan Keamanan: Kesiapan menghadapi ancaman terhadap kedaulatan negara.
Bela Negara
Upaya bela negara mencakup:
- Pendidikan dan penyuluhan kesadaran bela negara, seperti kegiatan siswa di perbatasan yang mendapatkan pelatihan dari TNI.
- Keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan
Keterkaitan Ketahanan Nasional dan Bela Negara
Bela negara adalah salah satu upaya strategis untuk memperkuat ketahanan nasional. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari individu hingga komunitas, bangsa menjadi lebih siap menghadapi berbagai ancaman dan menjaga stabilitas nasional.
Kesimpulan Kata "Ketahanan"
Kata "ketahanan" mengacu pada kemampuan untuk bertahan menghadapi tekanan atau gangguan. Dalam konteks nasional, ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari individu hingga skala nasional, mencerminkan keterpaduan antara aspek fisik, mental, dan sosial. Kata ini sering digunakan dalam istilah seperti ketahanan pangan, ketahanan keluarga, dan ketahanan energi, yang semuanya saling mendukung untuk membangun ketahanan nasional secara keseluruhan.
B. MENANYA ALASAN MENGAPA DIPERLUKAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA
Ketahanan nasional adalah kunci menjaga keutuhan dan keberlangsungan negara. Kegagalan mempertahankan ketahanan, seperti yang dialami Yugoslavia, Uni Soviet, dan Cekoslovakia, menunjukkan pentingnya ketahanan yang kuat di aspek ideologi, ekonomi, dan politik. Krisis moneter 1997-1998 di Indonesia menjadi contoh dampak lemahnya ketahanan ekonomi.
Ketahanan nasional yang kuat
dibutuhkan untuk menghadapi berbagai ancaman, baik internal maupun eksternal.
Lemahnya ketahanan dapat memicu perpecahan, konflik, hingga hilangnya identitas
bangsa. Ketahanan individu yang tangguh juga berperan penting dalam mendukung
kekuatan negara.
C. MENGGALI SUMBER HISTORIS, SOSIOLOGIS, POLITIK TENTANG KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA
Sumber Historis
Konsep ketahanan nasional Indonesia muncul pada 1960-an, dipicu oleh ancaman ideologi komunis dari Uni Soviet dan Cina. Setelah berhasil menghadapi pemberontakan komunis pada 30 September 1965, pemimpin Indonesia, khususnya militer, merumuskan ketahanan nasional sebagai upaya mempertahankan ideologi dan keutuhan bangsa.
Sumber Sosiologis
Ketahanan nasional juga berkaitan dengan daya tahan sosial, yakni kemampuan bangsa Indonesia untuk menjaga solidaritas, kesetaraan, dan keadilan sosial di tengah keragaman etnis, agama, dan budaya.
Sumber Politik
Secara politik, ketahanan nasional mencakup stabilitas pemerintahan dan keberlanjutan sistem politik Indonesia. Pada awal kemerdekaan, ketahanan nasional fokus pada pertahanan terhadap ancaman luar, tetapi seiring waktu, konsep ini meluas untuk mencakup tantangan politik global dan internal.
D. MEMBANGUN ARGUMEN TENTANG DINAMIKA DAN TANTANGAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA
Ketahanan nasional Indonesia telah terbukti mampu menghadapi berbagai ancaman besar, seperti komunisme pada tahun 1965 dan krisis ekonomi-politik pada 1997-1998, sehingga NKRI tetap bertahan. Namun, seperti halnya individu, kehidupan berbangsa juga mengalami perubahan dan dinamika. Ketahanan nasional Indonesia terus menghadapi tantangan yang berubah-ubah, dan kondisinya bisa meningkat atau menurun.
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mengungkapkan bahwa berdasarkan pengkajian ketahanan nasional dari 33 provinsi dengan 847 indikator, ketahanan nasional Indonesia pada 2012 dinilai rapuh. Penilaian ini mencakup delapan aspek utama dalam konsep Asta Gatra, yakni geografi, demografi, ideologi, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, serta pertahanan dan keamanan. Lemhannas menyarankan amendemen UUD 1945 sebagai solusi untuk memperbaiki ketahanan nasional, namun masalah mekanisme dan waktu pelaksanaannya masih perlu dibahas lebih lanjut.
E. MENDESKRIPSIKAN ESENSI DAN URGENSI KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA
Esensi dan Urgensi Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kemampuan bangsa dan negara
untuk mengatasi berbagai ancaman yang dapat membahayakan kelangsungan hidupnya.
Ketahanan ini dilihat dari tiga perspektif utama: sebagai konsepsi, sebagai
kondisi, dan sebagai doktrin. Ketahanan nasional berlandaskan pada delapan
unsur atau "Asta Gatra" yang terdiri dari tiga unsur alamiah (Tri
Gatra) dan lima unsur sosial (Panca Gatra). Ketahanan nasional Indonesia dapat
dianalisis melalui delapan gatra ini, yang melibatkan berbagai aspek seperti
geografi, sumber daya alam, penduduk, ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya, dan pertahanan.
Asta Gatra terdiri dari:
1) Tri Gatra (Alamiah):
- Letak geografi: Posisi geografis negara mempengaruhi kekuatan nasional.
- Kekayaan alam: Sumber daya alam negara menjadi modal penting dalam pembangunan.
- Penduduk: Jumlah dan kualitas penduduk mempengaruhi daya saing dan keberlanjutan pembangunan.
- Ideologi: Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa yang mempersatukan keberagaman.
- Politik: Stabilitas politik yang memungkinkan negara berfungsi dengan baik.
- Ekonomi: Ekonomi yang kuat merupakan fondasi ketahanan nasional.
- Sosial budaya: Keanekaragaman sosial budaya yang harmonis
- Pertahanan dan keamanan: Ketahanan fisik yang melindungi negara dari ancaman luar dan dalam.
Kekuatan nasional dipengaruhi oleh faktor alamiah dan sosial ini, yang harus dikelola secara strategis untuk menjaga kelangsungan hidup bangsa.
Esensi dan Urgensi Bela Negara
Bela negara adalah wujud
partisipasi aktif warga negara dalam mempertahankan negara dari berbagai
ancaman, baik fisik maupun nonfisik. Ada dua bentuk bela negara: fisik dan
nonfisik.
1) Bela Negara Secara Fisik: Berkaitan dengan penglibatan langsung dalam usaha pertahanan, seperti menjadi anggota militer atau mengikuti pelatihan dasar militer. Program "Rakyat Terlatih" (Ratih) adalah contoh implementasi bela negara fisik di Indonesia.
2) Bela Negara Secara Nonfisik: Melibatkan pengabdian kepada negara dalam berbagai bentuk, seperti:
- Pendidikan kewarganegaraan yang menanamkan semangat kebangsaan.
- Berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi yang menghargai perbedaan.
- Pengabdian sosial, seperti menanggulangi bencana alam.
- Berkarya untuk kemajuan bangsa dan negara.
- Membayar pajak sebagai kontribusi dalam pembangunan negara.
Bela negara, baik fisik maupun nonfisik, menjadi esensial dalam memperkuat ketahanan nasional dan menjaga negara tetap aman dan stabil. Bela negara tidak hanya sekedar tugas militer, tetapi melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk berperan dalam menjaga dan memperkuat ketahanan bangsa di segala aspek kehidupan.
Komentar
Posting Komentar